NEWS  

Bima Arya Larang Perang Sarung dan Konvoi Selama Ramadan

Wali Kota Bogor, Bima Arya telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang melarang perang sarung dan konvoi selama bulan suci Ramadan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk menjaga keamanan dan ketertiban umum di seluruh kota Bogor.

Surat Edaran tersebut dikeluarkan dengan nomor 440/1178/SETDA, yang berisi imbauan kepada seluruh masyarakat Bogor untuk tidak mengadakan perang sarung maupun konvoi selama bulan Ramadan. Hal ini dilakukan agar umat muslim dapat lebih berkonsentrasi untuk menjalankan ibadah puasa dan salat tarawih.

Bima Arya menjelaskan bahwa kegiatan perang sarung dan konvoi di bulan Ramadan seharusnya tidak dilakukan karena bisa menimbulkan kerawanan keamanan di kota Bogor. Terutama saat saat terjadinya kecelakaan yang menyebabkan penumpang dalam konvoi menjadi terluka atau bahkan meninggal dunia.

Selain itu, kegiatan tersebut juga dapat mengganggu kenyamanan warga, khususnya mereka yang tidak ikut berpartisipasi dan hanya ingin menikmati kemeriahan suasana Ramadan. Oleh karena itu, Wali Kota Bogor berharap masyarakat dapat mematuhi SE tersebut sebagai bentuk partisipasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di kota Bogor.

“Perang sarung dan konvoi tidak sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang menyejukkan serta tidak sesuai dengan tujuan menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat,” kata Bima Arya.

Bima Arya juga menambahkan bahwa pihaknya akan memantau kegiatan yang diadakan di seluruh kota Bogor dan akan memberikan sanksi kepada mereka yang melanggar ketentuan tersebut. Sanksi tersebut bisa berupa teguran lisan, teguran tertulis, hingga sanksi administratif yang lebih berat.

Untuk menghindari terjadinya kesalahpahaman, dalam SE tersebut juga terdapat penjelasan terkait dengan konvoi pengantin yang masih diizinkan dilakukan di luar waktu-waktu ibadah. Namun, dalam konvoi tersebut, tidak diperbolehkan menggunakan kendaraan yang menciptakan suara bising atau membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Surat Edaran ini pun mendapat sambutan positif dari masyarakat Bogor. Banyak warganet yang memberikan dukungan serta menuai banyak komentar positif di media sosial.

“Ide yang bagus! Menghargai keamanan dan ketertiban,” ujar salah satu warganet.

“Terima kasih sudah memperhatikan keselamatan warga, semoga Bogor menjadi lebih sejahtera dan aman,” ucap warganet lainnya.

Selama ini, perang sarung dan konvoi sendiri memang sudah menjadi tradisi tahunan di beberapa daerah di Indonesia, termasuk di kota Bogor. Namun, dengan adanya SE dari Wali Kota Bogor ini, diharapkan masyarakat bisa memahami pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban selama Ramadan dan bisa menahan diri untuk tidak melakukan perang sarung dan konvoi.

Kegiatan-kegiatan yang mengganggu keamanan dan ketertiban di jalan raya selama bulan Ramadan bukan hanya terbatas pada perang sarung dan konvoi. Kegiatan yang lain, seperti balapan liar dan konvoi kendaraan juga harus dihindari karena bisa mengganggu kenyamanan masyarakat dan menimbulkan bahaya bagi pengguna jalan yang lain.

Oleh karena itu, Wali Kota Bogor mengimbau seluruh masyarakat Bogor untuk saling mendukung dan menjaga keamanan serta ketertiban di seluruh kota. Selalu ingat untuk mematuhi peraturan lalu lintas dan menjaga keselamatan bersama.

“Mari kita sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama Ramadan,” kata Bima Arya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *